Tampilkan postingan dengan label Makan-makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makan-makan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2011

Es Enny

Rumah makan ini sudah sangat ternama di Magelang, cabangnya pun ada dimana-mana. Disebut "Es Enny" karena memang di tempat ini tersedia berbagai jenis minuman dengan nama-nama unik, ada Es Bumi Hangus, Es Putri Salju, Es Biarkan Ku Sendiri, dan sebagainya. Tapi favorit saya adalah Es Durian Spesial yang rasanya duren banget dipadu dengan santan gurih dan tape ketan hijau yang manis asam. Tambah mantap karena porsinya jumbo!. Satu lagi adalah Es Teler, nikmat juga dengan berbagai isian seperti kolang-kaling, tape, kelapa muda, agar-agar, dan teman-temannya.
Es Durian Spesial

Es Teler

Bakso Babat

Bestik Sapi
Es Enny juga menyediakan berbagai menu makanan, ada aneka masakan rumahan yang disajikan secara prasamanan, ada juga menu-menu khas Indonesia yang lezat. Menu favorit saya di Es Enny adalah Bakso Babat, kuahnya bening, minimalis dengan komponen pengisinya bakso sapi, mie, dan potongan babat yang putih. Rasanya hmmm, gurih abis! Babat sudah diolah sedemikian rupa sehingga tidak amis, kuahnya gurih tapi tidak bikin eneg. Selain  itu coba juga Bestik Sapi yang juga enak, tiga buah bola daging dengan pelengkap selada, tomat, dan kentang, lalu disiram kuah bestik yang merah kental. Hmmm, sedap cocok untuk makan siang!. 

Jumat, 04 Maret 2011

Menikmati Lezatnya Ikan Bakar "Ninit"

Selamat datang di Ninit Pemancingan & Ayam Goreng!
Siang ini, saya ingin ikan sebagai menu makan siang saya. Bersama seorang sahabat, pergilah kami ke lokasi pemancingan Ninit di Desa Sindas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Sekitar 3 kilometer dari Jl. A. Yani Kota Magelang. Berada di perbatasan Kecamatan Secang dan Kecamatan Tegalrejo, cukup mudah menemukannya karena ada papan besar bertuliskan "Ninit, Ayam Goreng dan Pemancingan". Nah, nama "Ninit" sebenarnya sudah sangat populer di Kota Magelang dengan menu Ayam Goreng Ninit-nya yang tersohor itu. Dengan reputasi yang sudah ternama itu, tentulah saya berharap banyak pada olahan ikannya. Semoga sama-sama lezat…
Pengunjung yang tengah asyik memancing.
Begitu masuk, sudah ada meja tempat kita memesan menu. Patin dan nila bakar menjadi pilihan. Sebagai pelengkap ada berbagai pilihan sambal, atas saran sang juru masak, sambal kosek dan sambal terasi mentah akan jadi partner untuk ikan nila dan patin bakar pesanan kami. Dari hasil sightseeing saya, siang itu lokasi pemancingan sudah ramai dengan sekumpulan pria yang memancing dari gazebo-gezebo yang mengelilingi kolam. Seru sekali kelihatannya. Tapi saya ingin makan di tempat yang lebih tenang. Pelayan, menyarankan untuk kami memilih tempat di salah satu gazebo di belakang lokasi pemancingan. Tepat menghadap Kali Elo, yang sedang mengalir deras. Dan benar, tempatnya jauh lebih tenang dan nyaman.

Jangan cuma diliatin, ayo dicicipin! hihihi...
Pemandangan ijo-ijo dan angin yang semilir, membuat kami makin lapar. 
Cukup lama kami menunggu sampai akhirnya pesanan kami datang. Nasi putih hangat, lalapan sayuran (terdiri dari mentimun, daun kemangi, daun singkong rebus dan daun kol) serta "duet" ikan bakar kecoklatan yang nampak sangat menggiurkan. Ikan patin bakarnya nampak berisi. Sedang si nila, meski lebih "kurus" tapi dagingnya tak kalah padat. Yummm, gurih dan manis, dua rasa ini sangat menonjol disamping khas cita rasa bakaran yang nikmat. Lezat bukan main! Dipadu dengan sambel terasi mentah? Mmmm, lezat, rasanya gurih, segar, dan tidak terlalu pedas. Lalu bagaimana kalau dicocol sambal kosek? Hmmph, FIRE!! nendang betul pedesnya!! Sambel kosek yang berupa gerusan cabe rawit hijau dan bawang putih ini pas buat penyuka pedas. Untuk "meredam" rasa pedas, es jeruk jadi penawar yang jitu. Salah satu es jeruk terbaik yang pernah saya minum. Asem manis, segar!
Ini nih, duo sambel yang bikin ikan bakar makin mantap!!
 Puas rasanya bisa makan siang dengan nikmat hari ini. Bagaimana tidak? Bukan hanya lidah dan terpuaskan, mata saya juga ikut "kenyang" dengan view Pemancingan Ninit di tengah pedesaan yang indah. Untuk harga, ikan-ikan pesanan kita dihitung berdasar beratnya mulai dari Rp 3500,- per 100 gram. Untuk sambalnya cukup Rp 1000,- saja. Sesuai namanya untuk Anda penggemar aktivitas memancing, silakan mencoba memancing disini. Ada ikan nila, patin dan gurami yang bisa dipancing. Harga ikan hasil pancingan dihitung perkilo dengan harga bervariasi. Tapi jangan lupa bawa alat pancing sendiri, karena tidak disediakan alat pancing oleh pengelola. Saya sarankan juga untuk menuju tempat ini baiknya dengan kendaraan pribadi, karena tempat ini jarang dilalui kendaraan umum. (Rt)

Alamat : Desa Sindas - Geger, Magelang.
Jam buka : 08.00 - 20.00 WIB
Fasilitas : gazebo, kolam pemancingan, hotspot area

Selasa, 01 Februari 2011

Kepincut Ayam Krispi ala Suga

Ayam krispinya yang bikin lidah kesengsem
Seperti halnya Ipin dan Upin, saya juga suka ayam goreng. Maka beruntunglah saya menemukan sebuah tempat yang menyediakan menu ayam goreng enak dengan harga (sangat) terjangkau di Magelang. Ayam Goreng Suga namanya, belum lama lahir di Magelang. Saya pun menemukannya secara kebetulan, saat hendak berteduh karena hujan di perjalanan pulang dari tempat kerja.
Menginduk pada kedai Gudeg Rukun yang legendaris itu, ayam goreng Suga adalah varian baru si empunya kedai. Nampaknya membidik anak muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa dari sebuah kompleks sekolah terpadu dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi yang letaknya sangat dekat dengan kedai ini.
Kenapa saya sebut kedai karena tempatnya memang mungil. Hanya bisa menampung sepuluh sampai dua belas orang. Interiornya modern dengan warna dominan hijau terang dengan aksen oranye. Pada bagian belakang terbagi dua area, di sisi kanan berderet sajian klasik mulai dari gudeg, sambal goreng krecek, semur telur dan menu-menu lain yang masih kerabat gudeg. Sedang di sisi kiri terdapat display ayam goreng dan familinya semacam burger, hot dog dan kentang goreng.
Cukup melihat-lihat, giliran saya untuk memesan. Ayam goreng tepung yang berwarna keemasan sangat menggoda saya.  "Mau pesen paket ayam goreng, mbak?" pelayan menawarkan. Yang dimaksud adalah menu paket ayam goreng, nasi dan es teh. Bolehlah… siang ini ayam goreng dan nasi putih saja untuk makan siang saya. Meski penasaran tapi saya tidak berharap terlalu banyak, cukup sering saya mencoba berbagai versi adaptasi ayam goreng tepung namun belum ada yang berkesan.
Bagaimana dengan ayam goreng Suga? Porsinya tidak terlalu besar, pas untuk obat lapar. Nasinya putih mengkilat sebuah tanda bahwa beras yang digunakan tidak sembarangan. Lalu ayamnya? Kresss… lapisan tepungnya renyah, bumbunya meresap sampai kedalam daging, tidak sekedar gurih tapi juga sedikit pedas dengan aroma rempah yang kuat. Ayam gorengnya matang sempurna tapi masih juicy. Sambalnya? Suga hanya menyediakan saos sambal modern yang memang pilihan paling tepat untuk menu ini. Sambalnya mantaaap...Good job, chef!
Meski tempatnya kecil, kedai ini bersih & nyaman
Lalu harganya? Ini yang membuat saya cukup kaget, karena paha ayam goreng, nasi dan es tehnya dihargai lima ribu rupiah saja! Ah, kalau begitu bolehlah membeli ekstra ayam goreng untuk oleh-oleh. Enam ribu perak untuk dada ayam goreng yang sedang besarnya. Luar biasa!!
Menu lezat, tempat bersih dan harga terjangkau, tiga kriteria itu terpenuhi di Suga. Tempatnya di Jalan Tidar, sebelum Swalayan Giant, buka dari pagi hingga sore hari. Saran saya datanglah ke kedai ini sebelum sore karena cukup laris, siang hari stok terkadang sudah habis. Dan ayam gorengnya paling nikmat disantap selagi panas, jadi minta pada pelayan untuk menyajikan yang masih panas ya. (Rt)

Alamat : Jl. Tidar Magelang (Kiri jalan sebelum Swalayan Giant)
Kendaraan umum : Angkota Jalur 2,6 dan 10 (bilang saja turun di Gudeg Rukun)

Senin, 17 Januari 2011

"Ketendang" Cekernya Lek Wie

Semangkuk Mie Ayam Lek Wie.
Pembeli harus antri untuk menunggu kursi kosong demi semangkuk mie ayam? Di Magelang, mungkin hanya bisa ditemui disini. Setidaknya berdasar pengalaman pribadi saya. Yuk, kita cari tahu apa sih istimewanya mie ayam Lek Wie?
 Warung Lek Wie berada di tengah kota, tidak jauh dari Alun-alun Magelang. Persis di seberang Lembaga Pemasyarakatan (LP) Magelang. Warungnya kecil, beratap seng dan bangunannya masih semi permanen. Kalau sedang beruntung, kita bisa langsung mendapatkan tempat duduk. Tapi kalau sedang ramai, sabar saja menunggu sampai ada kursi kosong. Apalagi kalau datang berombongan, mungkin Anda harus siap duduk terpencar dari teman-teman. Alhamdulillah, kali ini saya dapat tempat duduk yang cukup nyaman.

Tak lain tak bukan saya pesan semangkuk mie ayam dan bacem ceker ayam yang jadi andalan. Untuk minuman tersedia air teh dan air jeruk, pilih saja mau yang hangat atau pakai es. Sambil menunggu pesanan datang, saya sempat melihat-lihat sekeliling. Pengunjung warung ini sangat beragam dari anak sekolah, ibu-ibu yang menjemput anaknya sekolah, pegawai kantoran sampai pasangan muda-mudi. Fakta nyata kalau warung ini punya banyak penggemar dari berbagai kalangan.

Pesanan saya datang dengan segera, semangkok mie ayam dalam porsi sedang. Mie-nya nampak berkilauan terendam dalam kuah bening yang tidak terlalu banyak, orang Jawa bilang nyemek. Mie ayam tak sendiri saja, ia bersanding dengan sejumput ayam semur yang dipotong dadu, sawi segar yang diseduh sebentar, juga kerupuk pangsit yang nampak renyah dan garing. Pada mangkuk terpisah tersaji ceker ayam dalam olahan bacem, ukurannya kecil nampak dimasak lama karena warnanya cokelat mantap.Hmmm, menggiurkan! Let's have a try… 

Bacem Ceker Lek Wie yang nendang enaknya.
Sedap, sungguh! Meski tak pakai pelengkap kecap dan saos sambal pun, mie ayam ini sudah terasa lezat. Mie-nya kenyal, kuah yang tidak terlalu banyak membuat cita rasa mie-nya jadi menonjol. Ayam semurnya bercita rasa manis gurih dan sawinya tidak terlalu matang jadi masih terasa crunchy. Ditambah kerupuk pangsit, acar mentimun dan potongan daun bawang…hmmmm, mantap! Lalu cekernya, mmm…enaaaaaak sekali, benar saja kalau ceker ayam olahan Lek Wie ini bikin ketagihan. Gurih dan manis benar-benar njawani, teksturnya empuk dan lembut. Nendang enaknya!

Untuk semangkuk mie ayam pangsit, dua potong bacem ceker dan es jeruk, saya hanya harus mengeluarkan sembilan ribu rupiah. Ah, puas rasanya bisa merasakan nikmatnya racikan generasi kedua Lek Wie. Kalau tidak ingat pengunjung lain yang sudah antri diluar, masih ingin rasanya memesan lagi. Anda harus coba juga ya!!

Alamat ; Jl. Sutopo (Depan Lapas Magelang)
Kendaraan umum ; angkot jalur 7

Jumat, 14 Januari 2011

Soto Bathok Saragan

“Alarm” di perut saya mengingatkan untuk segera diisi. Hmmm, makan apa ya? Untuk siang yang terik ini saya ingin sesuatu yang membuat saya segar dan bersemangat lagi, yang bikin kemepyar. Saya melangkah ke sebuah kedai soto di ujung selatan Kota Magelang, tepatnya di dekat gapura Saragan. Yaitu di sisi selatan Jalan Sarwo Edhie Wibowo, sekitar 100 meter dari jalan utama. Disanalah terletak sebuah kedai dari bahan setengah beton setengah anyaman bambu. berkapasitas sekitar dua belas orang. Kedai ini menyediakan hidangan yang unik, Soto Bathok.
Kenapa disebut soto bathok? Bukan karena bahan utamanya bathok alias tempurung kelapa, lho… Itu karena penjual soto tidak menggunakan mangkok dari bahan beling atau porselen, tapi menggunakan wadah-wadah cantik dari bathok. Ada dua pilihan Soto Bathok Sapi dan Soto Bathok Ayam. Untuk membunuh penasaran saya pada cita rasa soto yang tampilannya unik ini, saya memesan satu porsi Soto Bathok sapi. Minumannya es jeruk saja.
Tak lama, pesanan saya datang. Hmmmm, nikmat! aroma tajam rempah-rempah berpadu dengan wangi daun jeruk dan batang sereh sungguh menggugah selera. Kuahnya bening tapi ngaldu sekali, gurih tapi tidak eneg. Disajikan dengan nasi panas yang bertabur bawang goreng. Sebagai pelengkapnya ada perkedel, aneka gorengan, dan kerupuk yang boleh Anda ambil sendiri. Mantap!! Es jeruknya, asam-asam segar, manis menyenangkan klop sudah…perut kenyang pikiran kemepyar.
Soto Bathok yang lezat ini dibanderol seharga 5000 rupiah per porsi, aneka minuman seperti air teh dan air jeruk berkisar antara 1500 sampai 2000 rupiah. Rasa lezat, tempat bersih dan nyaman, serta harga yang terjangkau menjadi alasan sempurna mengapa Anda harus mencobanya ketika singgah di Kota Magelang.(Rt)

Alamat : Saragan (seberang Gd. Wiworo Wiji Pinilih (DPRD Lama) Kota Magelang), Magelang.

Kamis, 13 Januari 2011

Rasa Unik Mie Tasik

Penasaran pada rekomendasi teman tentang kedai Mie Tasik yang terletak tak jauh dari tempat kerja saya, saya memilih kedai ini untuk tujuan makan siang. Kedai sederhana bercat dominan hijau yang berada persis di seberang POM Bensin Armada-Mertoyudan ini nampak sederhana dan mungil. Namun ternyata tersedia tempat yang cukup lapang di dalam berbagi dengan rumah tinggal sang pemilik kedai. 

Mie ayam komplit dengan bakso menjadi pilihan diantara puluhan varian masakan yang ditawarkan. Sambil menunggu menu pesanan datang, saya membolak-balik daftar menu yang dijilid spiral dengan warna yang menarik itu. Rupanya bukan hanya menu berbahan dasar mie yang bisa kita dapatkan di sini. Ada juga aneka olahan bihun, kwetiau, dan nasi goreng. Harga berkisar antara Rp 5000,- hingga Rp 12.000,- sedangkan aneka minuman dari yang standar seperti es teh dan es jeruk hingga jus buah yang bergantung pada musim dipatok dari Rp 1500,- hingga Rp 3000,-.
Pesanan saya akhirnya datang juga. Mie Tasik tampil seperti mie ayam yang biasa kita jumpai, mie basah yang diseduh setengah matang dipadukan dengan potongan daging ayam berbumbu manis dengan sawi dan taoge sebagai pelengkapnya. Untuk kuahnya disajikan panas terpisah dalam mangkuk kecil berisi dua butir bakso sapi dengan sawi rebus yang masih ijo royo-royo.
Ternyata yang menjadi pembeda Mie Tasik dengan mie ayam lainnya adalah sambal tauco yang menjadi pelengkap, disamping kecap, saus sambal dan cuka. Sambal tauco ini warnanya merah pekat dengan tekstur kental. Rasanya dominan pedas asin dan sedikit asam. Ketika dipadukan dengan mie basah yang bertekstur kenyal, sawi dengan tekstur krenyes-krenyes dan cincangan ayam yang manis gurih ditambah kuah kaldu ayam panas, mmm…nampol enaknya!!
Kedai  ini menjadi rekomendasi untuk Anda yang menjadi penggemar olahan mie. Atau untuk Anda yang sedang dalam perjalanan melewati jalan utama Jogja - Magelang dan hendak mengisi perut, silakan mampir karena kedai buka dari pagi hingga malam hari. Sebagai informasi tambahan karena halaman kedai baru-baru ini terkena pelebaran jalan propinsi dan minim sekali lahan parkirnya, saya sarankan hati-hati memarkir kendaraan Anda ya.. (Rt)